##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Chrisnia Silaban Silaban
Carolina Kasiani Laia
Serlin Buulolo
Lili Krismel Sari Zai
Claudia Manurung
Dayana Rebecca Tampubolon

Abstract

Ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian secara keseluruhan, termasuk pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional, inflasi, pengangguran, dan kemiskinan. Ekonomi makro bertujuan untuk memahami kondisi ekonomi suatu negara serta menjadi dasar dalam perumusan kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan Kemiskinan merupakan masalah yang bersifat multidimensional sehingga dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kondisi Ekonomi Makro yang meliputi : Pertumbuhan Penduduk, Angka Pengangguran, Tingkat Pendidikan, Tingkat Inflasi, Upah Minimum dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap kemiskinan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tapanuli Selatan. Data penelitian menggunakan data time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta data primer dari responden penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indikator-indikator ekonomi makro terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Tapanuli Selatan baik secara parsial maupun simultan.. Dengan menggunakan analisis regresi menunjukkan bahwa : Pertumbuhan Penduduk, Angka Pengangguran, Tingkat Pendidikan, Tingkat Inflasi, Upah Minimum dan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh terhadap kemiskinan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tetapi Upah Minimum tidak berpengaruh.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Silaban, C. S., Carolina Kasiani Laia, Serlin Buulolo, Lili Krismel Sari Zai, Claudia Manurung, & Dayana Rebecca Tampubolon. (2026). Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Ekonomi Makro terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Journal of Cultural and Innovative Education, 1(02), 59–63. Retrieved from https://firati.org/ejournal/index.php/JCIE/article/view/46
References
Chambers, Robert. (1995). Kemiskinan dan Pembangunan Desa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Salim, Emil. (2002). Pembangunan Berkelanjutan dan Kemiskinan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Soekanto, Soerjono. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Suharto, Edi. (2009). Kebijakan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
World Bank. (2018). Laporan Kemiskinan dan Kesejahteraan di Indonesia. Washington D.C.: The World Bank Group.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Data Statistik Ekonomi dan Sosial Kabupaten Tapanuli Selatan: Tingkat Kemiskinan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Tingkat Pengangguran Terbuka, Tingkat Inflasi, Indikator Pendidikan, Upah Minimum, dan Pertumbuhan Penduduk. Padang Sidempuan: BPS Kabupaten Tapanuli Selatan
Fosu, A. K. (2017). Growth, inequality, and poverty reduction in developing countries. Journal of African Economies, 26(suppl_1), i3–i17. https://doi.org/10.1093/jae/ejx025
Adams, R. H. (2004). Economic growth, inequality and poverty: Estimating the growth elasticity of poverty. World Development, 32(12), 1989–2014. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2004.08.006
Ravallion, M., & Chen, S. (1997). What can new survey data tell us about recent changes in distribution and poverty? World Bank Economic Review, 11(2), 357–382. https://doi.org/10.1093/wber/11.2.357
Pratama, Y. C. (2015). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Indonesia. Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen, 4(2), 210–223. https://doi.org/10.15408/ess.v4i2.1966
Putri, D. Z., & Setiawina, N. D. (2013). Pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan. E-Jurnal EP Unud, 2(4), 173–180.