##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Muhammad Davin Gardianto
Suseno Hendratmokko
Brahma Wahyu Kurniawan

Abstract





Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, fasilitas kerja fisik, dan kompetensi kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap efektivitas kerja pegawai di Puskesmas Ngronggot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Puskesmas Ngronggot yang berjumlah 55 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (total sampling) sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan Skala Likert 5 poin dan dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R2) menggunakan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan Y = 4,215 + 0,312 X1 + 0,285  X2 + 0,348  X3 + e. Hasil pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa kecerdasan emosional (t = 3,142, p = 0,003), fasilitas kerja fisik (t = 2,891, p = 0,006), dan kompetensi kerja (t = 3,654, p = 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai, di mana kompetensi kerja menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan (uji F), kecerdasan emosional, fasilitas kerja fisik, dan kompetensi kerja berpengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di Puskesmas Ngronggot (F = 24,615, p = 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,568 menunjukkan bahwa sebesar 56,8% variasi efektivitas kerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan sisanya sebesar 43,2% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Oleh karena itu, pihak manajemen perlu mengoptimalkan ketiga aspek ini secara bersama-sama sebagai langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.





##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Gardianto, M. D., Suseno Hendratmokko, & Brahma Wahyu Kurniawan. (2026). Pengaruh Kecerdasan Emosional Fasilitas Kerja Fisik dan Kompetensi Kerja terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Puskesmas Ngronggot. JIMAKO : Jurnal Ilmiah Manajemen, Akuntansi Dan Ekonomi, 1(02), 61–72. Retrieved from https://firati.org/ejournal/index.php/jimako/article/view/50
References
Al Mehrzi, N., & Singh, S. K. (2021). Competing through employee engagement: A proposed framework. International Journal of Productivity and Performance Management, 70(4), 831–853.
Al-Hashmi, M., et al. (2024). The impact of occupational stress on the work effectiveness of healthcare professionals: The mediating role of emotional intelligence. Journal of Health Organization and Management, 38(2), 145–162.
Abdullah, M., et al. (2025). Analisis fasilitas kerja fisik dan sarana prasarana terhadap efektivitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 9(1), 45–58.
Arman, A., et al. (2022). Pengaruh kompetensi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada dinas kesehatan. Jurnal Ilmu Manajemen, 10(2), 204–215.
Budi, A., & Yoyo, S. (2025). Kecerdasan emosional dan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja tenaga kesehatan di era digital. Jurnal Psikologi Kerja dan Organisasi, 13(1), 12–27.
Goleman, D. (2017). Emotional intelligence: Kecerdasan emosional mengapa EI lebih penting daripada IQ (Terjemahan). PT Gramedia Pustaka Utama.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Rencana strategis kementerian kesehatan tahun 2020-2024 (Revisi 2024). Kemenkes RI.
Miao, C., Humphrey, R. H., & Qian, S. (2020). The relationship between emotional intelligence and job performance: A meta-analysis. Journal of Organizational Behavior, 41(3), 257–274.
Nitisemito, A. S. (2019). Manajemen personalia: Manajemen sumber daya manusia (Cetakan Ke-14). Ghalia Indonesia.
Pelealu, A., et al. (2022). Pengaruh sarana prasarana dan lingkungan kerja fisik terhadap efektivitas kerja pegawai di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jurnal Administrasi Publik, 8(3), 112–121.
Pradhan, R. K., & Jena, L. K. (2022). Employee performance at workplace: Conceptual model and empirical validation. Business Perspectives and Research, 10(1), 72–89.
Putri, R. A., et al. (2024). Peningkatan kompetensi kerja melalui pelatihan teknis untuk mengoptimalkan efektivitas pelayanan publik di puskesmas. Jurnal Riset Manajemen, 11(2), 89–101.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2021). Organizational behavior (18th ed.). Pearson Education.
Sedarmayanti. (2017). Sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Mandar Maju.
Setyaningrum, W. (2024). Peran kecerdasan emosional dalam memediasi tekanan kerja terhadap efektivitas pegawai layanan kesehatan publik. Jurnal Akuntabilitas Manajemen, 12(1), 34–48.
Wibowo. (2021). Manajemen kinerja (Edisi Kelima). PT RajaGrafindo Persada.
World Health Organization. (2023). Global strategy on human resources for health: Workforce 2030. World Health Organization.