Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter dengan Kemampuan Sosial Remaja di Surabaya
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Kemampuan sosial merupakan salah satu tugas perkembangan yang penting pada masa remaja. Rendahnya kemampuan sosial dapat berdampak pada meningkatnya perilaku bullying, kesulitan dalam berinteraksi, serta menurunnya kesejahteraan psikologis remaja. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kemampuan sosial adalah pola asuh otoriter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan kemampuan sosial pada remaja di Surabaya. Populasi penelitian adalah remaja berusia 15–19 tahun yang berdomisili di Kota Surabaya. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan diperoleh sebanyak 145 partisipan dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan Skala Pola Asuh Otoriter dan Skala Kemampuan Sosial yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rho karena data tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan kemampuan sosial pada remaja (r = 0,403; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa pola asuh otoriter tidak selalu berkaitan dengan rendahnya kemampuan sosial, melainkan dapat dimaknai sebagai bentuk pengasuhan yang mendukung perkembangan sosial dalam konteks tertentu. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji faktor-faktor yang berpotensi menjelaskan hubungan tersebut, seperti kecerdasan emosional, regulasi emosi, karakteristik keluarga, dan konteks pengasuhan.




