Hubungan Antara Modal Psikologis Dengan Psychological Well-Being Pada Peserta Program Pembelajaran Luar Kampus
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara modal psikologis dengan psychological well-being pada mahasiswa peserta Program Pembelajaran Luar Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Responden penelitian berjumlah 106 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Modal Psikologis yang mengacu pada empat dimensi psychological capital, yaitu self-efficacy, hope, optimism, dan resilience, serta Skala Psychological Well-Being yang mengacu pada enam dimensi kesejahteraan psikologis Ryff, yaitu self-acceptance, positive relations, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth. Analisis data menggunakan korelasi Spearman's Rank karena hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (Kolmogorov-Smirnov = 0,120; p = 0,001), sedangkan hasil uji linearitas menunjukkan adanya hubungan linear antara kedua variabel (p = 0,694). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 42,5% responden memiliki modal psikologis pada kategori sangat tinggi dan 34,0% responden memiliki psychological well-being pada kategori sangat tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara modal psikologis dan psychological well-being (ρ = 0,893; p = 0,000). Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi modal psikologis yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula psychological well-being yang dimiliki selama mengikuti Program Pembelajaran Luar Kampus.




